Halimun
Monday, December 12th, 2005
Cinta
Halimun yang menghalangi jalan seorang pengelana
Sangat indah,
cantik,
Tak tersentuh
Kasat,
Tak terasa nyata
Halimun hanya menawarkan kedamaian dalam gelisah
Gelisah dalam kedamaian: Sebuah absurditas hidup
Tuhan
Halimun yang menghalangi pemikiran seorang filsuf
Sangat khidmat,
Ada dan tiadaNya,
Tak terjangkau
Transenden,
Tak rasional
Halimun hanya menawarkan balasan setelah mati
Seakan hidup tiada akhir, dan akhir takkan pernah mati: Sebuah absurditas hidup
Kau
Halimun yang menghalangi pandangan seorang Aku
Sangat kasat,
Tak tersentuh
Sangat khidmat
Tak terjangkau
Halimun membangunkan khayal tentang harapan dibaliknya,
Ketakutan bahwa suatu tempat setelahnya adalah titik awal lagi: Sebuah absurditas hidup
Aku terasing dikelilingi halimunmu
Mabuk khayalan
Buta arah
Adakah halimun ini khayal, dan kau yang nyata?
Ataukah halimun ini nyata, dan kau yang khayal?
Hanya Tuhan yang tahu
Hanya cinta yang tahu
Hanya kau yang tahu
Hanya Halimun yang tahu
Dan aku terasing di dalamnya
[
Puncak Pass , sebuah tempat fiktif pada malam bulan puasa]