Rumah
Thursday, August 31st, 2006untuk Teater Sastra
Menunggu seperti hidup
Membosankan seperti menunggu
Memikirkan seperti apalagi
Rindu seperti sekarat
Cinta seperti rindu
Merasakan seperti apalagi
haha
kaki-kaki itu menjejak angkasa
Pikir-pikir itu merasuki karakter
Nyawa-nyawa itu kita buat sendiri
Sendi-sendi itu melulu sakit
Berulang-ulang lalu sakit
lagi lagi lagi lagi lagi lagi lagi
Aku bertanya mengapa aku di sini?
Aku menjawab lagi karena di sini rumah
Benar kan? kawan?
190806

