Archive for November, 2006

Malam Mabuk Cinta

Thursday, November 2nd, 2006

Malam mabuk cinta
Ia terbang perlahan-lahan
dan merasuki tubuh dan jiwa
tanpa peduli tubuh dan jiwa
yang lain yang tercinta

Ah betapa kuingin persenggamaan denganmu
dan terasa ini badan mati rasa dan tanpa
tanpa sadar kumasih ingin miliki dan siriki
tubuhmu indah dan gemulai memintaku sediri
dan tawa yang terdengar meraung-raung

Karena kebenaran tidak jujur dan ingin nyata
Kejujuran ingin jujur dan tidak nyata
yang nyata adalah konvensionalitas
yang tak terdobrak dan mengurung
keingan untuk bebas dan mabuk

Lebih!
berikan aku lebih
untuk sekedar merasakan
tubuhmu di tubuhku

Dan tawa itu menghiasi mahligai
Hahahahahahhahahahahahahahahaha
betapa aku suka berbohong dan patah hati
membuatku kreatif
dan tak mampu mencinta aktif

Imhotep
Kierkegaard,
Dan Occho

KELUAR DARI TUBUHKU

Nietszche, Sartre,
Stanislavski dan
Jimbo

Rasuki aku

Aku ingin egois

DAN NGENTOT!!!

Malam-malam mabuk
bebas dan aku ingin mati
dalam sebuah persenggamaan
dengan
mu

orang mabuk mana inget tanggal dan tempat bikin curhatan ini!!

dan biarkan si Sartre yang egois

TUBUH

Wednesday, November 1st, 2006

                                                    Untuk Dilla Chereta

Rusuk
katanya Ia ambil untuk jadi makhluk
lalu  pemilik rusuk mengklaim:
"Tubuhmu pernah jadi tubuhku,
maka aku berhak atas tubuhmu."

Lalu ribuan tahun eksistensi
manusia-rusuk seperti tertelan waktu

sementara itu, Lilith sang Iblis melarikan diri dari neraka,
merasuki tubuh-tubuh dan memberikan mereka sabda-sabda:
"Wahai, makhluk! Kalian terbuat dari api.
Bebaskan diri kalian dari
    rantai persepsi
        Adam
                si
                    Pantheis!"

Dan dalam waktu setengah abad,
beberapa dari mereka melepaskan diri
dari pasungan dan berteriak-teriak
bak penyihir salem yang berhasil keluar
dari danau atau api kutukkan, dan berkata,

                        "Hah! aku penyihir! Mari sini jual jiwamu padaku."

Sayang, di sini dan dalam kalian
tubuh-tubuh masih berjalan
sinarnya ditutup rantai-rantai berlian
dan permata
yang menghalangi cahaya api surgawi.

tapi manusia adalah paradoks, antara deterministik dan infinitas.

Dan ini sesembahanku untuk dewi2 Avalon:
Darah Perawan, Pembebasan dari rantai berlian,
Sepotong Falus Kuno dari lelaki pertama, yang bertelur semesta,
dan
Jiwaku yang bahkan setan menolak untuk membeli…

Ha…ha…
Ibu Avalon
Kaulah Tuhanku
Sementara ini
terima ini sajen
dan gembirakan aku
dalam kutukmu yang abadi

Amin.

Orange, Margonda. November 06