Sebuah Percintaan Yang Tak Berakhir
Monday, April 23rd, 2007
Adalah susu hangat di saat dingin
dalam mug putih tertoreh namamu
Adalah lembayung senja di pantai nelayan
bayangan
pejalan laut di tepi mentari
Adalah mega-mega yang bergerak dan seringkali bertemu
seperti genggaman tangan kita
Adalah lagu, restoran, jalan di tengah gerimis,
dan kenangan-kenangan manis
Adalah seribu mimpi, khayalan, dan semoga benar kenangan
Kugenggam tanganmu dan kubisikan
di telingamu:
“Aku rindu padamu, sudikah matikan cahayaku?
agar ku redup, dan kau menyala terang:
di sini…”