Sepasang Sepi

untuk
Dini, Erik & Sisie

.

Malam ini lagi-lagi

sepi-sepi begitu ramai

pada berjalan
sendiri-sendiri

.

Padahal kurang baik apa?

hujan sudah menyentuh langit

dan keringnya hati sudah terisi

.

di bawah sepayung

mengapa kita berdua saling
asing

seperti sepi-sepi

yang ramai-ramai

berjalan sendiri-sendiri

.

dan sampai kapan

aku harus menyangkal
kekagumanku

.

ketika bulir rintik hujan

memutiara di rambut
indahmu

dan bibir ranummu
menggeletar

melawan dingin

.

sampai kapan pelukan
hangatku

hanya menjadi draft di
kepala?

.

aku terbakar

dan kau membeku dalam sepi

.

untuk apa?

’aku punya kekasih’,
katamu.

.

ya, kau punya kekasih

kekasih sepi, yang
mendambakan sepinya kau

dan dalam hampanya sepi
kau mengharapkan cinta?

.

betapa bodoh sepimu!

.

dan, ironisnya

betapa bodoh aku…

mengharapkan memelukmu

perempuan getir, yang
menyepikanku

dalam kesepiannya sendiri

..

kau dan aku

adalah sepasang sepi

yang tak mensyukuri
hidup

.

padahal hujan sudah
menyentuh langit

dan kita sudah sepayung

.

 

Margonda,
2007

Leave a Reply