Archive for November, 2007

Moonlight on The Water

Sunday, November 25th, 2007

Beck on 6Lyrics.com

Sajak Untuk Diri

Tuesday, November 20th, 2007

Nosa,
Apa belum cukup seluruh kesakitan yang kau lihat?

Apa belum sakit semua luka yang tertoreh?

Apa belum habis torehan di kulitmu?

.
Kujawab:
Aku adalah seorang narapidana

Yang terpenjara di tembok kulit

Setiap hari yang berjalan lalu

Kutoreh di tembok kulit itu

.

Kulitku sendiri.
.

Nosa,
Apa saja yang dirasakan matamu?

Apa saja mulut yang kau dengar?

Apa saja telinga yang kau lihat?

.

Kujawab:
Mataku merasakan sesak

Tenggelam dalam lautnya

Mulutku mendengar perih

Teriakan kematian cinta-cinta

Telingaku melihat tangis

Ketidakberdayaan semua kita

.

.
Nosa,
Kau tidak salah. Kau hanya hidup.
.

Kujawab:
Kau yang salah

Aku tak hanya hidup

Aku membunuh hidup

Hanya untuk hidup

.

Binatang aku adanya!

.

Nosa,
Hanya kau adamu. Matilah kau bersamamu

.

Kujawab:

Tidak
Matilah kau bersamaku

Karena kau mencintaiku

,
.
.
.
Untuk semua orang yang mencintaiku…

Margonda, 2007

Kepada Yang Terkasih

Tuesday, November 13th, 2007

Sungguh aku merindukanmu
Garis wajah dan harummu
masih terasa di seluruh ruang
dan kaupun masih di sini,
.
Menemaniku, mengisi ruang hampa dengan udara
Persetubuhan, pergumulan, dan birahi yang terjeruji
oleh kekosongan pandangan masa kini yang ilusi
dan masa depan yang imajinasi
.
Dan sungguh aku merindukanmu
padahal ini bibir masih menyusu
dan ini keringat masih mengucur
dan harummu masih semerbak
.
Aku kehilangan
dan tak mampu lagi melihatmu
aku bercinta dengan boneka
yang kini tak jelas siapa
.
Jika kau merasakan sama
Kita sebenarnya binasa
mati merindu
merindu mati
.
Ketika kau tak di sini
Ganja kuhisap sendiri
dan Bob Marley Bernyanyi
"the love that is exist
is the love i can’t resist"
.
Aku merindukanmu
saat cinta tak mampu kutolak
.
Sungguh, aku merindukanmu
ingin mencintaimu dengan sungguh
.
Seandainya aku bisa melihatmu lagi
Kau, dan hanya kau yang kucintai
bukan perempuan yang memelukku kini
yang menyerahkan hatinya pada setan ini
.
Depok, 14 Nopember 2007

Metode Bunuh Diri Terkejam dan Tersadis Yang Akan Membuatmu Tersiksa Paling Lama dan Menyakitkan

Sunday, November 4th, 2007

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hidup
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
                                                                                     Sekedar Pengingat Diskusi
                                                                                Mabuk Bersama G.M. dan E.R.

Mereka Yang Bergumul Di Tiang Gantungan Tak Bisa Bicara Fasih

Friday, November 2nd, 2007

Kau yang menggantungkan kata-kata pahit di leherku
Menarik tambang lusuh tiang gantungan di atasku
Kencangkan ikat leherku sekuat kau mengukir katamu
.
Nikmatnya kurasa kepahitan persenggamaan ini
Tanpa mantra tanpa tantra melebihi seumur hidup
Jika ini penyatuan terakhir maka rela aku mati
Tapi kumohon jangan biarkan hidupku redup
.
Niscaya ku kutuk kau dengan diksi-diksi buta
Seperti secarik peta fenomenologis Husserl
Atau turunan rumus-rumus fisika kuantum
Segala yang menawarkan kepastian semu
.
Kau dan aku maha kecil kata mereka
maka mati atau hidup kita tidak dihitung
Dan lebih baik memilih hidup
semata karena tidak ada ruginya
.
Kau dan aku maha kecil kata mereka
Apa kata semut, virus, bakteri, dan atom
Malu mereka dengan tuhan-tuhan mahakecil
yang hidup jauh lebih lama dari mereka
.
Maha kecil Maha tua Maha semesta
Itulah kita berdua
dan dalam sebuah senggama
Hidup adalah selamanya
.
Ikat kata-kata lebih erat di leherku
Tarik tambang lusuh itu lebih keras
Ikuti senandung nafas tenggorokkanku
Tark…Sin…Batz…in…Sas
.
—-Hari ini: