Moonlight on The Water
Sunday, November 25th, 2007
Beck on 6Lyrics.com
Beck on 6Lyrics.com
Nosa,
Apa belum cukup seluruh kesakitan yang kau lihat?
Apa belum sakit semua luka yang tertoreh?
Apa belum habis torehan di kulitmu?
.
Kujawab:
Aku adalah seorang narapidana
Yang terpenjara di tembok kulit
Setiap hari yang berjalan lalu
Kutoreh di tembok kulit itu
.
Kulitku sendiri.
.
Nosa,
Apa saja yang dirasakan matamu?
Apa saja mulut yang kau dengar?
Apa saja telinga yang kau lihat?
.
Kujawab:
Mataku merasakan sesak
Tenggelam dalam lautnya
Mulutku mendengar perih
Teriakan kematian cinta-cinta
Telingaku melihat tangis
Ketidakberdayaan semua kita
.
.
Nosa,
Kau tidak salah. Kau hanya hidup.
.
Kujawab:
Kau yang salah
Aku tak hanya hidup
Aku membunuh hidup
Hanya untuk hidup
.
Binatang aku adanya!
.
Nosa,
Hanya kau adamu. Matilah kau bersamamu
.
Kujawab:
Tidak
Matilah kau bersamaku
Karena kau mencintaiku
,
.
.
.
Untuk semua orang yang mencintaiku…
Margonda, 2007
Sungguh aku merindukanmu
Garis wajah dan harummu
masih terasa di seluruh ruang
dan kaupun masih di sini,
.
Menemaniku, mengisi ruang hampa dengan udara
Persetubuhan, pergumulan, dan birahi yang terjeruji
oleh kekosongan pandangan masa kini yang ilusi
dan masa depan yang imajinasi
.
Dan sungguh aku merindukanmu
padahal ini bibir masih menyusu
dan ini keringat masih mengucur
dan harummu masih semerbak
.
Aku kehilangan
dan tak mampu lagi melihatmu
aku bercinta dengan boneka
yang kini tak jelas siapa
.
Jika kau merasakan sama
Kita sebenarnya binasa
mati merindu
merindu mati
.
Ketika kau tak di sini
Ganja kuhisap sendiri
dan Bob Marley Bernyanyi
"the love that is exist
is the love i can’t resist"
.
Aku merindukanmu
saat cinta tak mampu kutolak
.
Sungguh, aku merindukanmu
ingin mencintaimu dengan sungguh
.
Seandainya aku bisa melihatmu lagi
Kau, dan hanya kau yang kucintai
bukan perempuan yang memelukku kini
yang menyerahkan hatinya pada setan ini
.
Depok, 14 Nopember 2007
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hidup
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekedar Pengingat Diskusi
Mabuk Bersama G.M. dan E.R.
Kau yang menggantungkan kata-kata pahit di leherku
Menarik tambang lusuh tiang gantungan di atasku
Kencangkan ikat leherku sekuat kau mengukir katamu
.
Nikmatnya kurasa kepahitan persenggamaan ini
Tanpa mantra tanpa tantra melebihi seumur hidup
Jika ini penyatuan terakhir maka rela aku mati
Tapi kumohon jangan biarkan hidupku redup
.
Niscaya ku kutuk kau dengan diksi-diksi buta
Seperti secarik peta fenomenologis Husserl
Atau turunan rumus-rumus fisika kuantum
Segala yang menawarkan kepastian semu
.
Kau dan aku maha kecil kata mereka
maka mati atau hidup kita tidak dihitung
Dan lebih baik memilih hidup
semata karena tidak ada ruginya
.
Kau dan aku maha kecil kata mereka
Apa kata semut, virus, bakteri, dan atom
Malu mereka dengan tuhan-tuhan mahakecil
yang hidup jauh lebih lama dari mereka
.
Maha kecil Maha tua Maha semesta
Itulah kita berdua
dan dalam sebuah senggama
Hidup adalah selamanya
.
Ikat kata-kata lebih erat di leherku
Tarik tambang lusuh itu lebih keras
Ikuti senandung nafas tenggorokkanku
Tark…Sin…Batz…in…Sas
.
—-Hari ini: