Sajak Untuk Diri
Nosa,
Apa belum cukup seluruh kesakitan yang kau lihat?
Apa belum sakit semua luka yang tertoreh?
Apa belum habis torehan di kulitmu?
.
Kujawab:
Aku adalah seorang narapidana
Yang terpenjara di tembok kulit
Setiap hari yang berjalan lalu
Kutoreh di tembok kulit itu
.
Kulitku sendiri.
.
Nosa,
Apa saja yang dirasakan matamu?
Apa saja mulut yang kau dengar?
Apa saja telinga yang kau lihat?
.
Kujawab:
Mataku merasakan sesak
Tenggelam dalam lautnya
Mulutku mendengar perih
Teriakan kematian cinta-cinta
Telingaku melihat tangis
Ketidakberdayaan semua kita
.
.
Nosa,
Kau tidak salah. Kau hanya hidup.
.
Kujawab:
Kau yang salah
Aku tak hanya hidup
Aku membunuh hidup
Hanya untuk hidup
.
Binatang aku adanya!
.
Nosa,
Hanya kau adamu. Matilah kau bersamamu
.
Kujawab:
Tidak
Matilah kau bersamaku
Karena kau mencintaiku
,
.
.
.
Untuk semua orang yang mencintaiku…
Margonda, 2007
November 20th, 2007 at 7:24 pm
Binatang aku adanya!
auw!!!
i suka
muach
dj p0p
November 23rd, 2007 at 7:27 am
nosa…berat banget sih puisinya??? hiks… gw kan jadi ngga ngerti. hehhehee maklum lah, otak gw cetek.