Kematian Melankolis Bocah Kerang
Saturday, March 29th, 2008.
Tim Burton*
.
Si Pria melamar di Padang Pasir,
mereka menikah di pesisir
sembillan hari mereka berbulan madu
berdua di kepulauan kapri
.
Mereka selalu menyantap makanan lezat—
kukusan harum kerang dan ikan-ikan.
Dan saat suami menghabiskan supnya
dalam hati, istrinya memohon.
.
Permohonannya menjadi kenyataan—ia melahirkan seorang anak.
Tetapi apa anaknya manusia?
Yah,
mungkin saja.
.
Sepuluh jari tangan dan jari kaki,
Ia punya mulut dan mata.
Bisa mendengar bisa merasa
Tapi biasa?
Tidak juga.
Kelahiran aneh ini, penyakit, wabah,
adalah awal dan akhir dari doa-doa mereka.
.
Istri berteriak pada dokter:
“Ia tak mungkin anakku.
Baunya seperti laut, rumput laut dan air garam.”
.
“Anda harusnya merasa beruntung, karena baru minggu lalu,
saya menangani kelahiran bayi perempuan dengan tiga telinga dan sebuah paruh.
Kalau anak anda setengah kerang
anda tidak bisa menyalahkan saya.
…apa anda pernah mempertimbangkan,
rumah kecil di pinggir laut?”
.
Tidak tahu harus menamainya apa,
mereka hanya memanggilnya Sam
atau, kadang,
“makhluk itu yang mirip tiram.”
.
Semua orang berandai-andai, tapi tak ada yang tahu,
Kapan bocah kerang akan keluar dari cangkangnya?
.
Saat anak-anak Thomson menguntitnya suatu hari,
Mereka memanggilnya kepala kerang lalu lari tunggang langgang
.
Satu siang di musim semi, Sam ditinggalkan di dalam hujan.
Di jalan di antara Seaview dan Maine,
ia memperhatikan air masuk ke selokan.
.
Ibunya di Jalan raya
berhenti di bahu jalan
dan memukul dashboard—
ia tak sanggup menerima
kepedihan,
frustasi,
dan kesakitan.
.
“Benar, sayang,” katanya,
“Aku tidak bercanda
rasanya ada yang amis
dan itu anak kita.
Aku tidak suka bilang ini, tapi harus,
Kau menyalahkan anak itu karena masalah kita di ranjang.”
.
Suami mencoba sadar, memakai obat
yang membuat semuanya jadi merah.
Ia pakai ramuan, dan lotion
serta campuran alkohol dan logam.
Ia kesakitan, kegatalan, bergelinjang dan berdarah.
.
Kata dokter,
“Saya tidak bisa memastikan,
tetapi penyebab penyakit anda bisa jadi obatnya.
Kata orang kerang bisa menambah kekuatan seksual.
Mungkin makan anak anda
bisa membuat anda melakukannya berjam-jam!”
.
Ia berjinjit masuk kamar,
ia berjalan penuh kepura-puraan,
keringat di dahinya,
dan di mulutnya—dusta.
“Nak, apakah kau bahagia? Ayah tak mau menyudutkanmu,
tapi apa kau pernah bermimpi tentang surga?
Apa kau sudah mau mati?”
.
Sam mengedipkan matanya dua kali.
tapi tidak menjawab.
Ayah mengeluarkan pisau, dan mengendurkan dasi.
.
Seraya mengangkat anaknya,
Sam menetes di baju ayahnya,
yang dengan cangkang di bibirnya,
memasukan Sam ke kerongkongannya.
.
Mereka mengubur Sam di dalam pasir di pinggir laut
—mengucap doa, meneteskan air mata—
lalu pulang jam tiga sore.
.
Salib dari kayu yang hanyut ditancapkan di makamnya.
Kata-kata tertulis di pasir
berjanji Yesus akan selamatkan.
.
Namun kenangannya hilang dalam sekali ombak pasang.
.
Sesampai di rumah, di atas ranjang:
suami mencium istri lalu bilang,
“Ayo kita coba, sayang.”
.
“Tapi kali ini,” bisik istri, “kita minta anak perempuan.”
.
.
Diterjemahkan oleh Nosa Normanda
dari “The Melancholy Death of Oyster Boy”.
Dari buku The Melancholy Death of Oyster Boy and Other Stories, hal. 29.
.
.
* Tim Burton
adalah sutradara dari film-film: Corpse Bride (2005), Charlie
and The Chocolate Factory (2005), Big Fish (2003), Planet
of The Apes (2001), Sleepy Hollow (1999), Mars Attacks!
(1996), Ed Wood (1995), Batman Returns (1992), Edward
Scissorhands (1990), Batman (1989), Beetlejuice
(1988), dan Pee Wee’s Adventure (1985).